MaasyaAllah! Inilah Keistimewaan Anak Yatim dan Orang yang Menyantuninya
Ditinggalkan pergi oleh seseorang untuk selamanya tentu akan menjadi kepedihan yang amat mendalam, apalagi oleh ayah atau ibu yang merupakan pondasi pertama bagi sang buah hati. Oleh karena itu, Islam sangat menaruh perhatian besar kepada anak yatim.
Menyantuni anak yatim pada dasarnya adalah sebuah amalan dan akhlak yang sangat mulia dimata Allah SWT dan juga sesama manusia. Al-Qur'an secara tegas menyatakan anak yatim adalah sosok yang harus dikasihi, dipelihara dan diperhatikan.
Beruntunglah bagi manusia yang gemar berbagi kasih kepada anak yatim, Rasulullah akan mencintai orang yang berbuat baik dengan anak yatim sesuai dengan hadist berikut :
" Aku dan orang yang menanggung anak yatim, disyurga seperti ini (Beliau mengisyaratkakn jari telunjuk dan jari tengah) ". H.R. Bukhari Muslim.
Menolong anak yatim dan berbagi bentuk kepedulian nyata merupakan ibadah yang akan mendatangkan pertolongan dari Allah. Mengasuh anak yatim adalah kewajiban yang Allah perintahkan melalui ayat-Nya dan sabda Rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda, bahwa Allah SWT telah berfirman :
" Demi Yang Mengutusku dengan segala hal, Allah tidak akan menyiksa manusia pada hari kiamat nanti bagi mereka yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya". H.R Thabrani dari Abu Hurairah.
Sahabat, perlu diketahui bahwa Allah tidak hanya menjanjikan pahala yang berlimpah saja bagi manusia yang menyantuni anak yatim. Kebutuhan hidupnya akan dipenuhi dan hartanya akan dilipat gandakan, karena sejatinya menyantuni anak yatim adalah investasi amal utuk akhirat. Menyantuni anak yatim adalah salah satu bentuk ibadah sosial dalam rangka amar ma'ruf (mengajak kebaikan) dan nahi munkar (melarang berbuat maksiat).
Semoga artikel ini dapat bermanfaat umumnya untuk para pembaca dan khususnya untuk saya pribadi. Teruslah berbuat kebaikan walaupun hanya sebesar biji zarrah.
Salam, Sahabat Yatim
Terima Kasih.
Komentar
Posting Komentar